MENYINGKAP TABIR PERADABAN MANUSIA ERA GENERASI AWAL SERTA MUNCULNYA RAS-RAS DAN BANGSA-BANGSA YG ADA PLANET BUMI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

بسم الله الرحمن الرحيم .

PERHATIAN UNTUK PEMBACA

Mungkin ada pembaca baru membaca artikel ini maka saya sarankan untuk membaca artikel sebelummnya pada Bagian I, II dan III. Karena bahasan yang kesatu, kedua dan ketiga ini adalah titik tolak untuk memahami Bahasan Kajian inti yaitu apa yang tertulis diatas yang akan dijelaskan bahasan yang Ketiga.

Agar pemahaman dan Alur pemikiran dan bagaimana memahaminya runtut dan tidak menclak-menclok atau loncat-loncat.

Mudah-mudahan tidak menjadi polemik sehingga menambah khasanah keilmuwan kita. Ilmunya sama sumbernya sama hanya mungkin sudut pandang saja yg berbeda.

Bila mana tulisan ini dirasa bermanfaat, maka Agar Anda dapat mengikuti seluruh Bahasan yang saya bagikan di sini… bacalah perlahan-lahan setiap kata-kata demi kata secara berurutan… dari awal sampai halaman terakhir agar pemahaman Anda dan Alur bahasan juga berjalan berurutan gak menclak-menclok.

Tulisan Ini hanyalah Dari Sudut Pandang saya Secara Pribadi.

Dan bila tidak setuju dan berbeda ya tidak apa2 ?

Bolehkan saya berpendapat.

Selamat Mengkaji….

Salam….

PROSES PENCIPTAAN ADAM DAN HAWA.
Dalam Prosesnya manusia bisa melalui 4 proses kejadian hal ini telah dibahas dan di jelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an.
1. Tanpa Unsur Ayah(laki-laki) dan Ibu(Perempuan) ini adalah Proses Penciptaan Adam sebagai Bapaknya Umat Manusia.
2. Melalui Ayah(laki-laki) tanpa ibu(perempuan) ini adalah Proses Penciptaan Hawa.
3. Melalui ibu(perempuan) tanpa ayah(laki-laki) ini adalah proses penciptaan pada Nabi Isa.
4. Melaui Ayah(Laki-laki) dan Ibu(Perempuan). Ini manusia pada umumnya termasuk kita.

Nah yang unik dalam Proses penciptaan Adam Allah Menggunakan redaksi KHOLAQO sedangkan Hawa atau pasangannya menggunakan ada yg menggunakan redaksi KHOLAQO dan ada yg menggunakan redaksi JA’ALA . Silahkan lihat pada ayat-ayat dibawah ini :

[7:11] Sesungguhnya Kami telah menciptakan/KHOLAQO kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (AL A’RAAF (Tempat tertinggi) ayat 11)

[15:28] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan/KHOLAQO seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (AL HIJR ayat 28)

[7:189] Dialah Yang menciptakan/KHOLAQO kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia Menjadikan/JA’ALA isterinya(HAWA), agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur”. (AL A’RAAF (Tempat tertinggi) ayat 189)

[30:20] Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (AR-RUUM (BANGSA RUMAWI) ayat 20)

[30:21] Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (AR-RUUM (BANGSA RUMAWI) ayat 21)

[39:6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menciptakan/KHOLAQO kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan {1307}. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN) ayat 6)

Nah jadi berdasarkan ulasan pada bagian Ketiga diatas berdasarkan ayat diatas berarti dapat disimpulkan bahwa :
1. Jadi sama-sama perbuatan mencipta/menjadikan, tetapi bisa kita lihat bahwa perbuatan خَلَقَ (khalaqa, menciptakan) lebih dahulu daripada perbuatan جَعَلَ (ja’ala, menjadikan). Jadi artinya Adam diciptakan lebih dahulu dari pada Hawa.
2. Dalam Penciptaan Adam sudah jelas tidak ada campur tangan manusia hanya Allah saja yg berperan. Berbeda dengan proses Penciptaan Hawa menggunakan dua redaksi sekaligus ada yg menggunakan Kholaqo dan Ja’ala. Dalam Redaksi menggunakan kata Kholaqo Ar-Ruum 21, dan ini menerangkan tentang proses awal Allah mengajarkan pada Adam yaitu memberikan contoh awal pada penciptaan Hawa. Lajim sebuah proses pembelajaran pasti melibatkan Pengajar dan yg diajar makanya dua redaksi ini digunakan. Jadikan tidaklah mungkin sebuah pembelajaran hanya sebuah teori aja tapi diajarkan juga secara prakteknya.
3. Kholaqo bermakna membuat melalui proses yang tidak dapat diganggu gugat. Kholaqo adalah kata kerja yang tidak dihubungkan pada proses manusiawi, proses pembuatan yang terkandung dalam makna kholaqo pada adalah murni hak prerogative Allah. Hal ini berbeda dengan kata ja’ala yang pada prosesnya menyertakan pekerjaan-pekerjaan kemanusiaan, dimana manusia ikut berperan. Jadi Jika sebuah firman Tuhan menggunakan kata ja’ala, maka berarti manusia turut dilibatkan dalam proses pengerjaannya. Dalam hal ini setelah Adam diberi pengetahuan Allah bagaimana mengembangkan keterunanan baik pengetahuan itu melalui proses perkawinan atau seksual atau tanpa proses Perkawinan(aseksual)

MENGENAL TEKNOLOGI KLONING.

Istilah kloning atau klonasi berasal dari kata clone (bahasa Greek) atau klona, yang secara harfiah berarti potongan/pangkasan tanaman. Dalam hal ini tanam-tanaman baru yang persis sama dengan tanaman induk dihasilkan lewat penanaman potongan tanaman yang diambil dari suatu pertemuan tanaman jantan dan betina. Melihat asal bahasa yang digunakan, dapat dimengerti bahwa praktek perbanyakan tanaman lewat penampangan potongan/pangkasan tanaman telah lama dikenal manusia.

Karena tidak adanya keterlibatan jenis kelamin, maka yang dimaksud dengan klonasi adalah suatu metode atau cara perbanyakan makhluk hidup (atau reproduksi) secara aseksual. Hasil perbanyakan lewat cara semacam ini disebut klonus/klona , yang dapat diartikan sebagai individu atau organisme yang dimiliki genotipus yang identik. Dalam perkembangannya, klonasi tidak hanya dikerjakan dengan memanfaatkan potongan tanaman yang umumnya berbentuk batang yang mengandung titik-titik tumbuh calon ranting dan daun, tetapi juga memanfaatkan hampir semua jaringan tanaman untuk menghasilkan tanaman sempurna.

Dengan teknologi biakan jaringan, potongan daun atau sekeping jaringan dari batang tanaman lengkap. Dari sini terlihat bahwa klonasi pada dasarnya memanfaatkan sel-sel tanaman yang masih memiliki kemampuan untuk memilah-milah diri menghasilkan berbagai jenis tanaman, seperti akar, batang dan daun dengan fungsinya masing- masing. Kemampuan semacam ini ternyata semakin menurun seiring dengan meningkatnya status organisme.

Pada organisme tinggi,misalnya mamalia, sel-sel jaringan telah kehilangan totipotensinya, sehingga apabila tanaman hanya mampu menghasilkan sel sejenis, tetapi tidak mampu memilah diri lagi untuk menghasilkan organ atau sel dengan fungsi yang lain. Berbeda dengan tanaman, klonasi mamalia tidak dapat dikerjakan, misalnya dengan menanam sel atau jaringan dari bagian tubuh, seperti tangan, kaki, jantung, hati untuk menghasilkan individu baru.Dengan demikian, klonasi pada organisme tingkat tinggi hanya dapat dikerjakan lewat sel yang masih totipoten , yaitu sel pada aras embrio atau mudghah .

Dari pemahaman tentang sifat sel organisme tadi, jika ditinjau secara umum sesuai dengan aras kehidupan organisme, maka klonasi dapat dikerjakan pada berbagai aras, yaitu klonasi pada aras sel, aras jaringan dan aras individu. Pada organisme sel tunggal atau unisel seperti bakteri, perbanyakan diri untuk menghasilkan individu yang baru, berlangsung lewat klonasi sel. Dalam hal ini klonasi sel sekaligus juga merupakan klonasi individu pada hewan dan manusia dapat juga terjadi, misalnya pada kelahiran kembar satu telur. Masing-masing anak di sini merupakan klonus yang memiliki susunan genetis identik. Dalam perkembangan biologi molekuler, sekarang dimungkinkan klonasi pada aras yang lebih kecil daripada sel, yaitu aras gena.

Kemampuan manusia melakukan klonasi gena memunculkan bidang ilmu baru, yang disebut rekayasa genetika. Untuk pertama kalinya suatu gena berhasil diklonasi dengan teknik DNA rekombinan pada tahun 1973. Hanya dalam selang waktu tiga tahun, teknologi ini sudah dikomersialkan oleh suatu perusahaan di California USA, yaitu Genentech . Sebetulnya klonasi gena juga terjadi secara alami pada beberapa mikroorganisme. Misalnya beberapa mikroorganisme yang semula rentan terhadap antibiotika berubah menjadi klon mikroorganisme yang kebal antibiotika. Klona ini terjadi akibat perbanyakan diri lebih lanjut mikroorganisme induk yang telah kemasukan gena kebal tadi. Kloning terhadap manusia adalah merupakan bentuk intervensi hasil rekayasa manusia. Kloning adalah teknik memproduksi duplikat yang identik secara genetis dari suatu organisme. Klon adalah keturunan aseksual dari individu tunggal.

Setelah keberhasilan kloning domba bernama Dolly pada tahun 1996, para ilmuwan berpendapat bahwa tidak lama lagi kloning manusia akan menjadi kenyataan. Kloning manusia hanya membutuhkan pengambilan sel somatis (sel tubuh), bukan sel reproduktif (seperti sel telur atau sperma) dari seseorang, kemudian DNA dari sel itu diambil dan ditransfer ke dalam sel telur seseorang wanita yang belum dibuahi, yang sudah dihapus semua karakteristik genetisnya dengan cara membuang inti sel (yakni DNA) yang ada dalam sel telur itu. Kemudian, arus listrik dialirkan pada sel telur itu untuk mengelabuinya agar merasa telah dibuahi, sehingga ia mulai membelah. Sel yang sudah dibuahi ini kemudian ditanam ke dalam rahim seorang wanita yang ditugaskan sebagai ibu pengandung. Bayi yang dilahirkan secara genetis akan sama dengan genetika orang yang mendonorkan sel somatic tersebut.

PENUTUP : HARUS MEMAHAMI TENTANG GENETIKA MANUSIA

Berbagai penelitian mutakhir menunjukkan, bahwa gen sebenarnya bukanlah makhluk hidup. Ia hanya bagian saja di dalam sistem sel sebagai unit terkecil kehidupan. Gen tak lebih hanya kumpulan molekul-molekul mati, yang tersusun secara khas, sehingga membentuk informasi. Cuma, anehnya, kumpulan ‘benda mati’ itu bisa memunculkan informasi yang justru memunculkan kehidupan sel. Sel bisa hidup karena diperintah oleh genetika dari dalam inti sel itu, sehingga muncul proses-proses biokimiawi dan kelistrikan yang menyebabkan sel bisa hidup berkelanjutan. Inti sel adalah pusat pemerintahan genetik di dalam bagian terkecil tubuh manusia itu.

Ibarat sebuah buku cerita, di dalam inti sel kita ada pesan-pesan pembentuk kehidupan, baik yang bersifat anatomis/fisik maupun perilaku. Buku cerita itu disebut GENOM. Isinya ada 23 bab, yang disebut sebagai KROMOSOM. Di dalam kromoson itu ada ribuan cerita, yang disebut sebagai GEN.

Di dalam gen ada paragraf-paragraf yang disebut EKSON, dengan diselingi cerita-cerita tak terkait yang disebut sebagai intron. Paragraf tersebut tersusun dari kata-kata yang disebut sebagai KODON. Dan kata-kata itu tersusun dari huruf-huruf yang disebut BASA.

Nah, huruf-huruf yang disebut Basa itu berbentuk molekul-molekul kimiawi yang mati, dari senyawa Adenin (A), Guanin (G), Cytosin (C), dan Timin (T). Komposisi empat huruf A-C-G-T itulah yang akan memunculkan kode-kode berupa kata (Kodon), menjadi paragraf (ekson), menjadi gen, membentuk kromosom, dan akhirnya membentuk ‘buku cerita’ kehidupan bernama Genom. Jika A-C-G-T mengalami masalah, maka kode-kode itu tentu akan bermasalah juga. Dan mengganggu proses kehidupan sel.

Bagaimana kalau sebuah huruf, kata, kalimat, paragrafnya diubah?

Itu menyebabkan terjadi penyimpangan pembentukan Kodon, yang mempengaruhi Ekson, dan lantas menghasilkan penyimpangan genetika atau genetika Berubah. Jadi genetika bukanlah unit terkecil kehidupan. Karena unit terkecil itu sebenarnya berada pada level sel yang bisa melakukan aktivitas sebagai makhluk hidup. Sedangkan inti sel dengan genetikanya adalah sekumpulan ‘benda mati’ belaka, tetapi berisi sistem informasi yang sangat canggih sehingga mampu mengendalikan jalannya kehidupan sel.

Jadi Bila Genetika berubah maka kehidupan selnya juga berubah, bila selnya berubah maka ciri fisik dan Anotomis juga berubah.

Tentu saja ini sangat aneh. Karena, molekul-molekul itu tidak memiliki kehendak dan tidak punya tujuan. Sehingga, proses yang terjadi di dalamnya tak beraturan alias acak. Tapi kondisi acak itu tenyata bisa menghasilkan cerita lebih kompleks ‘dari bab ke bab’ dalam bentuk kromosom yang sangat unik, dan kemudian memunculkan ‘buku genom’ yang sangat khas pada setiap spesies. Sebuah ‘buku cerita’ yang merangkum seluruh karakter sesosok makhluk hidup, baik karakter fisik maupun perilakunya.

Kok bisa-bisanya, molekul-molekul yang benda mati itu berkehendak dan mengeluarkan perintah yang sedemikian sistematis dan terstruktur, untuk mempertahankan kehidupan sel. Dia mesti melakukan proses metabolisme, mesti menyediakan energi kelistrikan agar proses biokimiawi itu terjadi, mesti menyaring bahan-bahan baku dari luar sel yang tidak bersifat meracuni sel, dan sebagainya. Dan kemudian, sel-sel itu bisa mereplikasi dirinya, sehingga berkembang biak bertambah banyak.

Dan bukan main, jumlah kode-kode genetika di dalam genom kita itu lebih dari 3 miliar, yang berkolaborasi membentuk sistem informasi yang sangat canggih. Yang menyebabkan seluruh proses biokimiawi dalam makhluk hidup bisa berjalan secara berkesinambungan.

Padahal, kuncinya bukan pada faktor eksternal/lUAR makhluk hidup itu, melainkan berada pada sistem genetika, di internal makhluk hidup itu sendiri. Sehebat apa pun seleksi alam yang muncul di eksternal, jika sistem genetika di internalnya tidak memiliki sistem informasi yang cerdas atau tidak dirubah, sel itu tidak akan bisa bertahan hidup. Ada sustainable mechanism yang luar biasa canggih di dalamnya.

Manusia sebagai Khalifah dimuka bumi memiliki kemampuan untuk merubah atau rekayasa di unsur Gen ini, sehingga muncullah perbedaan ras-ras bermacam-macam di planet bumi ini. Sebuah kemampuan yang dimiliki oleh Nabi Adam As. Sebagai bapak umatnya manusia.

Wassalam………..

Semoga Bermanfaat.

Selesai.

wallahu a’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s